SELAMAT DATANG DI BLOG GALIH

Laman

Rabu, 11 Februari 2015

Profil dan biodata Kak Adhyaksa Dault,


 Ketua Kwarnas masa bhakti 2013-2018 yang baru terpilih kemarin dalam Munas Gerakan Pramuka di Kupang, NTT. Hampir semua orang mengenal sosok Kak Adhyaksa Dault. Apalagi sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009).

Secara fisik maupun kepribadian, Sang Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terbaru ini juga mudah dikenali. Postur tubuh dan kumis tebalnya, hingga gaya bicaranya yang tegas dan berapi-api gampang diingat. Namun dalam kepramukaan, apa yang diingat oleh para pramuka se Indonesia? Mungkin Kak Adhyaksa Dault kalah pamor dibanding dengan tokoh-tokoh pramuka lainnya semisal Kak Dede Yusuf (Ka Kwarda Jawa Barat) yang berulang kali masuk tv dengan mengenakan seragam pramuka. Atau dengan para andalan nasional dan pengurus kwartir lainnya yang sering kali muncul di gelaran kegiatan kepramukaan. Dan memang, praktis sebelumnya Kak Adhyaksa Dault belum pernah menduduki jabatan struktural baik di Kwartir Nasional maupun Kwartir Daerah.

Namun perhatian dan kecintaannya terhadap pramuka tidak bisa diragukan. Selain sejak kecil telah aktif menjadi anggota Gerakan Pramuka, keluarnya Undang-undang Gerakan Pramuka tidak lepas dari campur tangan beliau yang saat sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Profil Kak Adhyaksa Dault

  • Biodata Pribadi

Nama lengkap
Adhyaksa Dault
Tempat tanggal lahir
Donggala, 7 Juni 1963
Agama
Islam
Zodiak
Gemini
Nama istri
Drg. Mira Arismunandar
Nama anak
Umar Adiputra Adhyaksa

Fakhira Putri Maryam Adhyaksa
Akun twitter
@adhyaksadault

  • Riwayat Pendidikan

SD
SD Islam Al-Azhar Jakarta
1972 -1977
SMP
SMP Al-Azhar Jakarta
1977 - 1980
SMA
SMA Negeri 3 Jakarta
1980 - 1983
Sarjana
Universitas Trisakti, Fakultas Hukum
1984 - 1989
Magister
Universitas Indonesia, Pembangunan Masyarakat Jurusan Sosiologi, FISIP
1997 - 1999
Doktor
Institut Pertanian Bogor, Jurusan Teknik Kelautan
2007

Kandidat Guru Besar pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Diponegoro


  • Pengalaman Organisasi
Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum USAKTI
1987 - 1988
Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Korwil DKI Jakarta
1987 - 1988
Ketua Lembaga Pengkajian Keadilan dan Demokrasi Indonesia (LPKDI)
1999 - sekarang
Ketua Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Jakarta
1999 - 2004
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI)
1999 - 2002
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Garda Muda Merah Putih (DPN GMMP)
2001 - 2006
Ketua Umum Majelis Pemuda Indonesia
2003 - 2006
Menteri Pemuda dan Olahraga RI
2004 - 2009
Ketua Umum Vanaprastha (Penggiat Alam Terbuka & Aktivis Lingkungan)
2010 - 2013
Pelatih Utama perguruan Pencak Silat Al Azhar Seni Bela Diri
2007 - sekarang
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka
2013 - 2018

Majas

  • Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  • Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
Contoh: Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.
  • Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
  • Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri.
  • Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
  • Sinestesia: Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
  • Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
  • Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  • Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh: Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru.(Rokok merek Djarum)
  • Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
  • Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.
  • Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
Contoh: Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.
  • Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.
Contoh: Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.
  • Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
  • Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
Contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
  • Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh: Indonesia bertanding voli melawan Thailand.
  • Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
Contoh: Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?
  • Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
  • Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
Contoh: Perilakunya seperti ular yang menggeliat.
  • Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  • Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  • Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
Contoh: Kita bermain ke rumah Ina.
  • Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
  • Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

Majas sindiran

  • Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.
  • Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
  • Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?
  • Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
  • Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

Majas penegasan

  • Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
  • Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh: Saya naik tangga ke atas.
  • Repetisi: Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
  • Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  • Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
  • Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar.
  • Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
  • Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
  • Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
  • Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
  • Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
  • Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
  • Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
  • Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
  • Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
  • Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
  • Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
  • Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
  • Eksklamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
  • Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
  • Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  • Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  • Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  • Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
  • Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Majas

Proton Jadi Mobil Nasional, Jokowi Tunggu Studi Kelayakan


 
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana di atas pesawat kepresidenan
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana di atas pesawat kepresidenan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Wacana pemerintah menjadikan Proton sebagai mobil nasional terus menuai kontroversi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk menjadikan Proton sebagai mobil nasional, harus ada studi kelayakan terlebih dahulu.
"Saya harus melihat studi kelayakannya seperti apa. Kemudian target yang harus dicapainya apa," kata dia di sela-sela kunjungannya di Manila, Filipina, seperti yang dilansir setkab.go.id, Senin (9/2).
Sehingga, menurut Jokowi, perjanjian kerja sama antara PT Adiperkasa Citra Lestari, yang merupakan perusahaan milik mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono, dengan perusahaan otomotif Malaysia, Proton Holding Berhard, baru merupakan langkah awal. Belum ada kesepakatan menjadikan Proton sebagai mobil nasional.
Sementara itu, mengenai terpilihnya Proton sebagai mitra untuk mengembangkan industri otomotif dalam negeri, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia terbuka untuk menjalin investasi dengan negara mana pun.
"Kalau investasi ya silahkan. Mau dari Korea silahkan, mau dari Jepang yang sudah banyak investasinya juga silahkan," kata mantan wali kota Solo yang pernah mempopulerkan mobil Esemka tersebut.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menyaksikan kerja sama antara PT Adiperkasa Citra Lestari, yang merupakan perusahaan milik mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono, dengan perusahaan otomotif Malaysia, Proton Holding Berhard, di sela-sela kunjungan kerjanya di Malaysia pada Sabtu (7/2). Namun, perjanjian kerja sama antara swasta dengan swasta itu menuai kontroversi.
Sebab, Proton diketahui belum cukup berhasil dalam mengembangkan mobil. Di Indonesia saja, mobil Proton hanya terjual 525 unit. Selain itu, PT Adiperkasa Citra Lestari juga diketahui bukan merupakan perusahaan otomotif yang bonafid. Sebab, PT Adiperkasa ternyata hanya berkantor di sebuah ruko.


Sumber :  http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/02/09/njialn-proton-jadi-mobil-nasional-jokowi-tunggu-studi-kelayakanhttp://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/02/09/njialn-proton-jadi-mobil-nasional-jokowi-tunggu-studi-kelayakan

Sejumlah Titik Banjir di Jakarta

Sejumlah tempat di Jakarta masih dilanda genangan air hingga Selasa (10/2/2015). Tempat ini tersebar di berbagai lokasi di Ibu Kota.

Akun Twitter Traffic Management Center Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, melansir titik-titik genangan air itu berdasarkan informasi yang berasal dari warga. Berikut ini adalah titik-titik genangan air tersebut:

1. Di wilayah Patra Raya, terdapat genangan air setinggi 40 cm. Pengguna yang hendak melintasi daerah tersebut diminta untuk mencari jalan alternatif.

2. Di Kompleks Duta Bandara Permai, Dadap, Cengkareng, terdapat genangan air setinggi 40 cm.

3. Di Jembatan Gantung Daan Mogot, ketinggian air mencapai hingga 80-100 cm.

4. Di Pasar Cipulir Jakarta Selatan dan Jalan Raya Ciledug, ketinggian genangan air dilaporkan mencapai 20 cm. Kendaraan dikatakan masih bisa melintasi kawasan tersebut.

5. Di depan Universitas Trisakti, Grogol, ketinggian air mencapai 60-80 cm. Jalan di kawasan tersebut tidak dapat dilintasi kendaraan.

6. Di depan Mall Artha Gading, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.

7. Di Jalan Bank-Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 50-60 cm.

8. Di depan Pasar Jagal Buncit, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.

9. Di depan SMP 124/SMA 60 di Jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 40 cm.

10. Di depan Tarakanita di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 30 cm.

11. Di Exit Tol Kemayoran PRJ, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.

12. Di wilayah Duri Kosambi, Jakarta Barat, ketinggian genangan air mencapai 60-80 cm.

13. Di Km 25 Tol Kamal (arah ke Tol JLB), ketinggian genangan air mencapai 30 cm.

14. Di depan RSAL Mintohardjo di Jalan Bendungan Hilir Raya, Jakarta Pusat, ketinggian genangan air 

mencapai 40-60 cm.


15. Di depan Kemchick di Jalan Kemang Raya, ketinggian genangan air mencapai 20-40 cm.

16. Di depan RS Atmajaya Pluit, ketinggian genangan air mencapai 40 cm.

Sumber :  http://megapolitan.kompas.com/read/2015/02/10/06094561/Ini.Sejumlah.Titik.Banjir.di.Jakartahttp://megapolitan.kompas.com/read/2015/02/10/06094561/Ini.Sejumlah.Titik.Banjir.di.Jakarta

Soal Kemiripan Lagu Putri Bahar dan Meghan Trainor, Ini Pembelaan Annisa Bahar


Selasa, 03/02/2015 15:54 WIB
http://images.detik.com/content/2015/02/03/228/155705_juwmegdlm.jpg
Jakarta - Industri musik Tanah Air dihebohkan dengan kemunculan lagu 'Pusing Pala Barbie' milik grup vokal Putri Bahar. Lagu itu disebut punya kemiripan dengan lagu milik Meghan Trainor, 'All About That Bass'.

Tak tinggal diam, pihak Putri Bahar akhirnya buka suara. Lewat Annisa Bahar, sebuah pembelaan pun diutarakan olehnya.

"Iya memang lagu tersebut ciptaan Juwita. Iya mirip, tapi banyak kok lagunya Korea yang dinyanyiin sama musisi lain," ucap Annisa kepada detikHOT, Selasa (3/2/2015).

Baca juga: 'Rock Or Bust': Mengembalikan Kejayaan 'Back In Black'

Meski menyebut mirip bukan berarti Annisa membenarkan bahwa lagu 'Pusing Pala Barbie' mirip dengan 'All About That Bass' sama. Pemilik goyang patah-patah itu pun melihat tetap ada beberapa perbedaan.

"Sebenarnya ketukannya juga beda sih menurut aku," jelasnya.

Baca juga: Pertaruhan Lagu Terbaik di 'Record of the Year' Grammy 2015

Annisa justru menuturkan bahwa 'All About That Bass' sudah banyak diremix oleh banyak orang lain. Ia juga menegaskan bahwa 'Pusing Pala Barbie' tak ada kaitannya dengan hits milik Meghan Trainor itu.

'All About That Bass' milik Meghan Trainor:
 https://www.youtube.com/watch?v=7PCkvCPvDXk

Putri bahar :
 https://www.youtube.com/watch?v=x791BchAKtY

Selasa, 10 Februari 2015

Lagu 'Pusing Pala Barbie' Putri Bahar Jiplak Meghan Trainor All About That Bass?Putri Bahar @youtube.com Anda tentu pernah mendengar lagu Meghan Trainor berjudul All About That Bass yang rilis pada 30 Juni 2014 lalu. Iramanya tentu sangat melekat di telinga Anda. Lagu Meghan tersebut langsung menjadi hits tidak lama usai diluncurkan. Wanita yang lahir di Nantucket, 22 Desember 1993 ini langsung digilai banyak orang di berbagai belahan dunia. Video klipnya yang konyol juga sangat disukai kalangan anak muda. Namun belum lama ini di Indonesia menggema lagu yang mirip All About That Bass. Seperti apa? Lagu dangdut milik Putri Bahar berjudul Pusing Pala Barbie jika didengarkan sudah tidak asing lagi. Putri Bahar merupakan grup dangdut yang beranggotakan Bahar bersaudara, yakni Juwita, Bellayu, Tiara, dan Jelita. Putri Bahar menyanyikannya ketika mengisi acara D'Terong Show di Indosiar. Pada bagian, "Aduh pusing pala Barbie pala Barbie ouw..ouw.." nadanya begitu mirip lagu Meghan Trainor. Kalimat itu dinyanyikan 4 kali, mirip seperti lirik "I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble". Lagu Putri Bahar ini semakin terasa persis usai bait pertama dinyanyikan: Beginilah rasanya di saat jatuh cinta Rasa terbang melayang-layang sampai ke surga Menatap wajahmu yang tampan bagai Arjuna Terbuai indah hatiku terpanah asmara Hingga kini Putri Bahar sendiri belum mengonfirmasi apapun terkait kemiripan lagunya dengan Meghan Trainor. Jika Anda penasaran, Anda dapat membandingkannya lewat video berikut ini.

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/44221/lagu-pusing-pala-barbie-putri-bahar-jiplak-meghan-trainor-all-about-that-bass/ /infospesialcom @infospesial
Lagu 'Pusing Pala Barbie' Putri Bahar Jiplak Meghan Trainor All About That Bass?Putri Bahar @youtube.com Anda tentu pernah mendengar lagu Meghan Trainor berjudul All About That Bass yang rilis pada 30 Juni 2014 lalu. Iramanya tentu sangat melekat di telinga Anda. Lagu Meghan tersebut langsung menjadi hits tidak lama usai diluncurkan. Wanita yang lahir di Nantucket, 22 Desember 1993 ini langsung digilai banyak orang di berbagai belahan dunia. Video klipnya yang konyol juga sangat disukai kalangan anak muda. Namun belum lama ini di Indonesia menggema lagu yang mirip All About That Bass. Seperti apa? Lagu dangdut milik Putri Bahar berjudul Pusing Pala Barbie jika didengarkan sudah tidak asing lagi. Putri Bahar merupakan grup dangdut yang beranggotakan Bahar bersaudara, yakni Juwita, Bellayu, Tiara, dan Jelita. Putri Bahar menyanyikannya ketika mengisi acara D'Terong Show di Indosiar. Pada bagian, "Aduh pusing pala Barbie pala Barbie ouw..ouw.." nadanya begitu mirip lagu Meghan Trainor. Kalimat itu dinyanyikan 4 kali, mirip seperti lirik "I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble". Lagu Putri Bahar ini semakin terasa persis usai bait pertama dinyanyikan: Beginilah rasanya di saat jatuh cinta Rasa terbang melayang-layang sampai ke surga Menatap wajahmu yang tampan bagai Arjuna Terbuai indah hatiku terpanah asmara Hingga kini Putri Bahar sendiri belum mengonfirmasi apapun terkait kemiripan lagunya dengan Meghan Trainor. Jika Anda penasaran, Anda dapat membandingkannya lewat video berikut ini.

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/44221/lagu-pusing-pala-barbie-putri-bahar-jiplak-meghan-trainor-all-about-that-bass/ /infospesialcom @infospesial

Kamis, 05 Februari 2015

AYAT-AYAT YANG MENJELASKAN (Qadha & Qadar)


   “ Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan, dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus ’’ (QS. An-Nur:46),
   Rukun iman, mula pertama dipresentasikan oleh Nabi Muhammad Saw kira-kira antara tahun 622-624 Masehi di hadapan para sahabatnya di Masjid Madinah (Yatsrib). Kehidupan para sahabat Nabi terutama yang menghayati ketika Rukun Iman itu dipresentasikan dan dinyatakan oleh beliau sebagai intisari ajaran agama Islam (disamping Rukun Islam) yang tercantum dalam Al-Qur’an, maka mereka menjalani hidupnya sesuai dengan tuntunan tersebut dalam arti yang seluas penghayatan mereka. Adapun Rukun Iman yang dipresentasikan tersebut mencakup 6 (enam) perkara masing-masing : Beriman kepada Allah, Rasul-RasulNya, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitaNya, Hari kemudian, serta Qadha & Qadar.
        Yang menarik untuk dikupas dalam kesempatan ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar penetapan unsur-unsur Rukun Iman tersebut sbb: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi;... “(QS. Al-Baqarah:177). “Barang siapa yang kafir kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, dan Hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (QS. An-Nisa:136).
       Dalam bukunya berjudul Sejarah Hidup Muhammad, Husain Heikal dalam salah satu bab memaparkan pandangan dari Washington Irving atas kandungan ayat-ayat tersebut diatas. Orientalis berkebangsaan Amerika tersebut dalam abad ke-19 telah menulis buku tentang sejarah hidup Nabi. Dalam buku itu dibentangkan sejarah Nabi itu dengan kemampuan retorika yang cukup besar sehingga tidak sedikit bagian-bagian yang dapat memikat hati para pembacanya. Disamping kemampuanya itu, kadang terlihat juga kejujurannya, tapi kadang tampak pula ketidak-tolerannya dan juga penuh prasangka. Buku tersebut disudahi dengan sebuah penutup yang menjelaskan pokok-pokok ajaran rukun Islam, serta apa yang dikiranya sumber-sumber yang berdasarkan sejarah yang telah dijadikan landasan ajaran itu, didahului dengan soal keimanan kepada Tuhan, kepada para Malaikat, Kitab-kitab, para Rasul dan Hari kemudian.
       Lebih lanjut ia mengatakan, Rukun keenam dan terakhir adalah Jabariah. Paham Jabariah ini berpendapat bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan perbuatannya, sehingga manusia tidak dapat berbuat lain dari pada sudah ditakdirkan Tuhan. Paham ini sering disamakan dengan ‘Fatalisma’ dan ‘predestination’. Kebalikan dari paham tersebut diatas adalah Qadariyah yang berpendapat bahwa Tuhan hanya menciptakan manusia tapi tidak menciptakan perbuatannya. Kedua aliran paham ini timbul sekitar abad ke-8 Masehi.
       Pada bagian lain, yang bersangkutan menguraikan bahwa menurut Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah:177), rukun Iman ada lima, yang keenam, yaitu Jabariah tidak ada. Paham ini menurutnya didasarkan kepada hadis, yang menurut beberapa ahli,  sanadnya tidak begitu kuat dan dianggap bertentangan dengan Al-Qur’an.
       Sebagaimana dikemukakan diatas bahwa disamping terlihat adanya kejujuran, tapi kadang tampak pula Irving tidak toleran dan penuh prasangka, dan hal inilah yang menjadi kewajiban kita sebagai muslim untuk menjelaskan dan meluruskan pendapat atau kajian-kajian yang didasari oleh maksud-maksud terselubung, yang pada akhirnya bermuara pada perbedaan pendapat dan tak jarang mengarah pada perpecahan.
        Mengungkap makna, kandungan, dan hikmah Al-Qur’an, sungguh merupakan suatu pekerjaaan yang tidak mudah. Menyampaikan ‘pesan Allah’ yang merupakan Dzat Yang Tak Terbatas ke dalam pemahaman manusia yang terbatas ini tidak saja memerlukan suatu kearifan, ilmu, ketulusan hati, dan kebersihan jiwa, tetapi lebih dari itu, menuntut adanya ‘kedekatan’ jiwa antara mahluk dengan Khalik-Nya. Meski begitu, tidak berarti bahwa upaya tersebut harus terhenti. Terbukti, bahwa sejak dulu hingga sekarang, upaya penafsiran Al-Qur’an masih terus berlangsung.
        Telah berabad-abad Al-Qur’an ditafsir ditengah peradaban dan pergaulan umat manusia. Selama sejarahnya yang panjang itu ia telah berperan sebagai unsur utama pembentukan kepribadian ajaran Islam. Al-Qur’an berkedudukan sebagai Kitab Suci, yang merupakan sumber utama rujukan segala hal yang bersangkut paut dengan kepercayaan, peribadatan, pedoman moral, perilaku individual dan sosial-kemasyarakatan. Kitab Suci ini juga menjadi sumber ilham dan rujukan karya-karya sastra besar dan telah memberi inspirasi bagi pertumbuhan ilmu-ilmu Islam. Pemeluk agama Islam meyakini benar bahwa kalam Ilahi ini merupakan mukjizat abadi penutup kerasulan dan kenabian. Jika kita hendak mengetahui wajah, watak dan hakikat ajaran Islam yang asli, maka kita harus menatap kepada Kitab Suci ini, menyimaknya secara mendalam dan menghikmatinya.
        Dalam eskatologi Islam terdapat ramalan, prediksi, atau lebih tepatnya, Janji Allah, bahwa Dia akan memperlihatkan kepada manusia tanda-tanda atau ayat-ayatNya yang ada pada seluruh horizon dan dalam diri manusia sendiri, sehingga akan jelas bagi manusia bahwa Dia adalah benar.
        Kembali pada konteks Qadha & Qadar, Rasululah Saw pernah bersabda: “sesungguhnya seorang manusia mulai diciptakan di dalam perut ibunya setelah proses selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal darah 40 hari berikutnya, lalu menjadi segumpal daging setelah 40 hari berikutnya, setelah itu Allah Azza wa jalla mengutus seorang malaikat untuk menghembuskan roh ke dalam dirinya dan diperintah dengan empat ketentuan: Rezekinya, Ajalnya, Amalnya, serta Celaka dan bahagianya” (HR. Bukhari-Muslim-Abu Dawud-at Tirmizi-Ibnu Majah).
        Kuat dugaan, atas fakta catatan sejarah yang ada, mengindikasikan adanya perbedaan pendapat antara umat Islam sendiri mengenai pemahaman atas Qadha & Qadar yang timbul sekitar abad ke-8 Masehi, dengan mendasarkan masing-masing pada QS. Al-Baqarah: 177 & An-Nisa: 136 serta Hadis Shahih tersebut diatas. Sehingga karena rumit dan kompleksnya masalah ini, maka telah memecah umat Islam ke dalam 4(empat) golongan (Firqah) yang nampaknya sulit untuk didamaikan. Menurut Bey Arifin dalam bukunya berjudul ‘Mengenal Tuhan’ keempat golongan tersebut, masing-masing Qadariyah,  Jabariah,  Mu’tazilah dan Ahlu Sunnah Wal Jamaah.
*  Golongan Qadariyah, menolak paham tentang Qadha & Qadar, dan berpendirian bahwa semua tindak-tanduk dan tingkah laku serta perbuatan yang baik maupun yang buruk, semua itu adalah sepenuhnya atas kemauan dan perbuatan manusia sendiri. Dengan pendirian ini, mereka bermaksud untuk membersihkan Tuhan dari perbuatan yang tak baik dan kejam.
* Golongan Jabariah, adalah kebalikan dari pendirian golongan Qadariyah. Mereka berpendapat bahwa semua tindak-tanduk manusia serta perbuatan baik maupun buruk yang dilakukan manusia, adalah Qadha & Qadar Tuhan, dan juga berasal dari Tuhan. Dengan demikian mereka beranggapan bahwa Tuhan tidak lemah, namun mereka sudah terlanjur mengadreskan semua kesalahan dan kejahatan yang dilakukan manusia menjadi kesalahan Allah semata, dan Tuhanlah yang menentukannya.
*  Golongan Mu’tazilah, berpendirian bahwa semua perbuatan yang jahat dan tidak baik adalah sepenuhnya dari ikhtiar manusia, bukan karena Qadha & Qadar Tuhan. Namun semua perbuatan manusia yang baik dan bermanfaat, adalah atas Qudrat dan Iradat Tuhan.
*  Golongan Ahlu Sunnah Wal Jamaah, yaitu golongan yang selalu mendasarkan pendapat dan pendirian kepada Kitab Suci Al-Qur’an dan Hadis Nabi Saw. Mereka tidak menetapkan sesuatu semata-mata dengan akal dan pikiran sendiri, tetapi harus berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Golongan ini menolak sekeras-kerasnya akan paham dari golongan Qadaryah, Jabariyah dan Mu’tazilah. Mereka tidak mengingkari akan ikhtiar dari manusia, bahkan berpendapat semua perbuatan manusia adalah dari Allah dan juga dari ikhtiar manusia sendiri. Meskipun ajaran tentang takdir (Qadha & Qadar) tidak secara tersurat ada dalam QS. 2 : 177 & 4 : 136, namun pendapat yang menyatakan bahwa rukun Iman yang ke- enam tersebut berasal dari hadis serta bertentangan dengan Al-Qur’an adalah kurang beralasan, karena berdasarkan surat: An-Nur  ayat : 46, Allah telah menegaskan bahwa Dia telah Menurunkan ayat-ayat yang Menjelaskan, Dan kiranya kita berkenan untuk sepakat bahwa yang dimaksudkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan tersebut diantaranya adalah ayat-ayat yang berkaitan dengan Kekuasaan dan KehendakNya terhadap hamba-Nya atas rezeki/nikmat, ajal/kematian, amal perbuatan, serta celaka dan bahagia sbb :
Rezeki/Nikmat
       Meski rezeki/nikmat telah ditetapkan sesuai kehendakNya, namun Allah masih berkenan dan berkehendak untuk melapangkan dan menyempitkan, serta mengubah dan melebihkan rezeki-Nya tergantung kemampuan/upaya hamba-hamba-Nya. (lihat/baca: QS. Al-Anfal: 53;  Ar-Ra’d:11;  Saba’: 39;  An-Nahl :71;  Al-Ankabut : 62;  Az-Zumar : 52 ;  Ar-Rum : 37).
Ajal/Kematian
      Dalam proses penciptaan manusia, ditetapkanlah ajal (kematiannya) yang tidak dapat dirubah-rubah waktunya. Tidak ada suatu umat-pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak pula dapat mengundurkanya. (lihat/baca: QS. Al-a’raf: 34;  Ali-Imran: 145;  Al-An’am : 2;  Al-Mu’minum: 43;  Yunus: 49;  Al-Hijr: 5;  Al-Munafiqun: 11;  Al-Mu’min: 67).
Amal Perbuatan
        Amal perbuatan manusia telah ditetapkan Allah pada saat pertama diciptakan, apabila manusia ingin selalu memperoleh kebenaran-Nya tiadalah ragu-ragu terhadapNya dan AgamaNya. Dalam perjalanannya, jiwa/roh-pun dapat diilhami ketakwaan maupun kefasikan (liha/baca: QS. Al-Isra’: 13;  Al-Baqarah: 147 & 169;  AS-Syams: 7-8).
Celaka/Bahagia
       Takdir baik dan buruk, berencana maupun rahmat pada prinsipnya datang dari Allah. Bila kita beriman dan bertakwa serta mohon perlindunganNya maka kemudaratan apapun akan dapat dicegah/dihilangkanNya. Bencana/musibah yang akan ditimpakan Allah, semata-mata agar umatNya beriman kepada-Nya (lihat/baca QS. At-Taubah: 51;  Al-Ahzab: 17;  Ar-Rum: 36; At-Taghabun:11; Al-An’am: 17;  Ali-Imran: 166;  Al-Hadid: 22; Asy- Syura: 30;  An-Nahl: 53).
        Dari uraian, serta pemaparan ayat-ayat tersebut diatas, kiranya dapat dipetik makna bahwa, hanya ajal / kematianlah dari takdir Allah (Qadha & Qadar) yang tidak dapat di tawar-tawar. Sifatnya mutlak dan absolut. Sedangkan selainnya seperti rezeki, amal perbuatan, serta celaka / bahagia disamping telah ditentukan oleh Allah, juga masih dimungkinkan kepada manusia untuk berikhtiar/berusaha meningkatkan, baik upaya kehidupan duniawi maupun peningkatan iman, taqwa dan amal saleh yang selalu diiringi do’a dan taubat kepada Allah Swt. Semoga kita selalu dibukakan pintu hidayah serta memperoleh taufik-Nya untuk menatap kepada Kitab Suci Al-Qur’an ini, dengan menyimak dan memahami secara mendalam serta menghikmatinya untuk kemudian diamalkan / diaplikasikan dalam kehidupan keseharian kita. Dan semoga pula dari kajian ini kita dapat mulai menghindari adanya perbedaan pendapat khususnya pemahaman atas Qadha & Qadar dengan berpegang pada Firman Allah sbb: “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalilah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (QS.An-Nisa: 59). Amien....!!!  Wassalam.

Cara Membuat Skema rangkaian Power Audio amplifier OCL 100 Watt

Skema rangkaian power audio amplifier pada gambar di bawah mempunyai daya output/keluaran 100 watt RMS untuk beban 4 Ω & 88 watt RMS jika memakai beban 8 Ω. Transistor dengan tipe power yg dipakai untuk skema rangkaian power audio amplifier 100 watt RMS tersebut yaitu transistor dengan tipe jenis MJ15003 & MJ15004. Power audio amplifier tersebut bekerja pada kelas AB dngn konfigurasi output/keluaran OCL (Output/keluaran Capasitor Less). Sumber tegangan/voltage untuk mengoperasikan skema rangkaian power audio amplifier OCL 100 watt RMS tersebut yaitu tegangan/voltage DC simetris ± 38 volt dngn arus minimum 3 Ampere. Dibawah ini yaitu skema rangkaian & daftar komponen untuk membuat maupun merakit skema rangkaian power audio amplifier OCL 100 watt RMS.

Skema rangkaian Power Audio amplifier OCL 100 Watt
Pada gambar skema rangkaian power audio amplifier OCL 100 watt di atas sudah dilengkapi dngn gambar skema rangkaian skema rangkaian sumber daya yg dipakai untuk mensuply sumber tegangan/voltage skema rangkaian power audio amplifier 100 watt itu. Untuk membuat maupun merakit skema rangkaian power audio amplifier OCL 100 watt seperti yang ditunjukan pada gambar di atas bisa dipakai design PCB untuk power audio amplifier OCL 100 watt sbg berikut.
PCB Skema rangkaian Power Audio amplifier OCL 100 Watt
Yang ditunjukan pada gambar di atas adalah design jalur layout PCB untuk skema rangkaian power audio amplifier OCL 100 watt & tata letak komponen untuk membuat maupun merakit skema rangkaian power audio amplifier OCL 100 watt seperti pada gambar skema rangkaian di atas. Pada design PCB skema rangkaian power audio amplifier OCL 100 watt RMS di atas, skema rangkaian sumber daya untuk power audio amplifier OCL 100 watt yg ada pada gambar skema rangkaian di atas tdk di buat dlm 1 PCB dngn bagian power amplifiernya.
Skema rangkaian sumber daya untuk audio amplifier 100 watt yang ditunjukan pada gambar di atas cukup sederhana yakni disusun oleh transformer CT 27 volt dngn arus minimum 3A, dioda bridge minimum 5A & 2 buah kapasitor/kondensator elektrolit (elco) 10000uF/50V. skema rangkaian sumber daya untuk power audio amplifier 100 watt tersebut bisa di buat di luar PCB & dirakit secara langsung dngn menghubungkan kaki-kaki komponen yg dipakai pada bagaian sumber daya.
Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih